Halo, Sahabat Hati
Banyak yang berpikir kalau bikin brand fashion itu cukup dengan punya ide dan modal. Padahal, bagian paling krusial justru ada di tahap produksinya.
Sebagai orang yang sudah bertahun-tahun di dunia konveksi, Ibu sering banget lihat brand baru jatuh bukan karena desainnya jelek — tapi karena salah langkah di produksi. Yuk, kita bahas tiga kesalahan yang paling sering terjadi
1. Nggak Punya Sample yang Matang
Banyak pemilik brand langsung pesan dalam jumlah banyak tanpa melewati tahap sample dengan teliti.
Padahal, sample itu ibarat “cermin” dari hasil akhir. Kalau ada jahitan miring, ukuran kurang pas, atau bahan nggak sesuai, hasil massalnya juga akan bermasalah.
Tips dari Ibu: jangan buru-buru produksi banyak. Uji dulu 1–2 sample sampai Sahabat Hati benar-benar puas.
2. Salah Pilih Vendor Produksi
Vendor bukan cuma tempat menjahit, tapi partner untuk mewujudkan visi brand kamu.
Pilih yang komunikasinya jelas, terbuka soal timeline dan hasil kerja, bukan yang cuma kasih harga murah.
💬 Catatan: komunikasi yang buruk di awal bisa jadi sumber masalah di akhir.
3. Nggak Mengerti Bahan dan Teknik Produksi
Banyak yang asal pilih bahan “karena terlihat bagus”, padahal tiap bahan punya karakter berbeda — dari serat, berat, sampai cara menjahitnya.
Produksi yang baik dimulai dari pemahaman teknis, bukan sekadar estetika.
💬 Kalau Sahabat Hati mau belajar lebih dalam soal bahan dan karakter kain, Ibu bahas tuntas di artikel selanjutnya ya!
Membangun brand fashion bukan soal cepat viral, tapi soal fondasi yang kuat — dan itu dimulai dari produksi yang rapi dan penuh kesadaran.
Ibu selalu bilang ke Sahabat Hati, “Kalau dasar produksinya kuat, marketing tinggal memperkenalkan sesuatu yang memang sudah layak dibanggakan.” 💛
👉 Baca juga artikel selanjutnya: [“Cara Memilih Vendor Produksi yang Tepat untuk Brand Fashion Kamu”]

